Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Wednesday, 7 May 2014

Pianika Rindu

Nada Sumbang.

Not angka pianika

Sol sol sol begitu ada tukang sol

Mi mi mi begitu ada tukang mie ayam

Fa fa fa temanku namanya Fafa

Do do do dodol garut hitam manis

Si si si si dia memikat hati

Re re re relakanlah kepergiannya

La la la lagu ini lagu sumbang, tapi juga cinta.

2 1 dan 2 ( 7 + 1 ) adalah rumus lagu ini.

Tuesday, 8 April 2014

Bidadari Senja


Sudahlah nek, nenek itu siapa ? berani-beraninya menyuruhku, aku itu bukan anakmu, aku juga bukan yang dibesarkan olehmu, sudahlah nek !

Sudahlah nek, nenek itu hidup dengan masa lalu dan sekarang adalah bagianku, mengurus tubuhmu yang peot kau perlu bantuan orang lain, apalagi kau berniat untuk mengurusku, sudahlah nek !

Sudahlah nek, aku tidak ingin curhat kepadamu, tidak ingin mendengar nasehatmu, untuk mendengar saja kau tidak mampu mendengar dengan baik, bagaimana akan memberikan solusi untukku sudahlah nek !

Sudahlah nek, ibarat produk itu engkau sudah kadaluarsa, jadi cukup duduk manis saja. Sudahlah nek !

Sudahlah nek, kau itu siapa ? hanya pelangi dalam hidupku, do’aku selalu menyertaimu, kau adalah Bidadari senja itu, sudahlah nek !
Aku minta maaf.

Sunday, 6 April 2014

Bilal Masa Kini


Dia itu hitam tetapi manis......
Dia itu manis tetapi hitam.....
Dia itu manusia layaknya seperti kita.....
Dia itu layaknya kita adalah seorang manusia biasa....
Tetapi dia itu berbeda, dia begitu spesial.....
Aku mengenalnya, sifatnya dan perangainya sangat memesona.....
Dia itu sangat kaya kebaikan tetapi tetap bersahaja dan juga sederhana.....
Aku ingin seperti dia, tetapi dia tidak ingin seperti aku.....
Aku kecewa, lalu aku ingin menjadi orang beriman saja....
kemudian dia pun setuju dengan keputusanku.....
Bilal oh Bilal, Golongan pertama dari yang pertama masuk Islam....
***

Friday, 4 April 2014

Puisi tentang Perasaan yang Terinspirasi dari Ulat

                                                    



                                                      Ulat itu adalah Kisahku
                                           

oleh : Malik Abdul Azis

Ulat kecil berwarna hijau

Lembut lugu dan pencemburu

Ulat kecil berwarna hijau

Maju dengan langkah malu-malu

Bulunya indah menusuk Qalbu

Kadang gatal serta membuat rindu

Kini ulat pun tengah menunggu

Menunggu dewasa menjadi kupu-kupu

Ketika telah menjadi kupu-kupu

Ulatpun bisa pergi membawa syahdu

Aku bertanya dalam pikirku

Milik siapakah ulat itu ?

Hanya Allah memang yang maha tahu

Yang terbaik untuk ulat itu

Wahai ulat, bila engkau memang bukan milikku

Ingatlah aku sebagai angin lalu.