Sunday, 20 April 2014

Cuci Otak Adalah Cuci Baju



 Apa itu cuci otak ? yaitu mencuci otak orang  dengan sabun colek, boleh juga pakai sabun mandi, shampo atau sabun cuci piring.  Mungkin gampang mencuci otak, segampang aku mencuci baju. Otak manusia harus sering-sering di cuci, dengan begitu otak manusia akan menjadi lebih jernih dengan sebelumnya banyak pikiran kotor.  Banyak sekali, otak -  otak yang di cuci oleh kebenaran menurut masyarakat yang padahal kebenaran tersebut menyimpang dari jalan merdeka. Terus saja kau di giring oleh masyarakat bahkan bisa jadi oleh orang tuamu sendiri, kebenaran datangnya dari Allah, bukan dari mereka yang banyak. Kau boleh membantah mereka, asal kau lebih dulu lahir dari mereka, katakanlah hanya Allah yang maha Benar, maaf aku bila salah.
 Takdirmu mungkin menjadi anak TK, itu lebih baik dari yang dewasa yang tahu ini itu tetapi tidak tahu siapa dirinya. Anak TK bila salah, memang anak TK, kau mau menyalahkan ? kalau iya, memang betul, hanya Allah yang maha sempurna.  Atau jadi Nobita saja, yang mempunyai teman Giant, agar bisa ditolong oleh Doraemon. Itulah kedewasaan, meski Nobita tidak pernah tumbuh besar, mungkin selamanya tidak akan. Dan juga jarang ganti baju tetapi lihatlah dia selalu mengalah kepada Giant, dia mungkin tahu nanti akan ada Doraemon yang membantunya.
Kau ibarat burung yang disangkar di rumah tetangga, harus bilang permisi sebelum hendak keluar, karena itu bukan rumahmu. Atau kau ibarat kodok, yang tidak tahu cara berjalan. 
Jadi apapun dirimu, jadilah bayangan ketika kau sedang bercermin. Ya begitulah kau seharusnya.
      Pembaringan, Karawang, boelan april  - 15 – tahoen 2014 
TTD.  Kh prof. drg. Malik Abdul Azis S.farm Apt. MM. M,Sc. Sp,Ph. PHD.

Saturday, 19 April 2014

Kambing Jatuh Cinta




“kenapa kau ingin bunuh diri?” tanya aku kepada Bangkong
“karena aku cudah bocan dituduh, mereka menganggapku celalu calah”. Kata Bankokng, maklum saja, Bangkong ini cadel.
“memang kau sudah siap dan yakin masuk sorga?”
“aku ciap, tetapi belum yakin macuk corga, daripada pucing, lebih baik bunuh diri caja”. Jawab Bangkong sambil meminum wedang jahe.
“percayalah itu hanya sesaat saja, bersabarlah kawan, bunuh diri itu dosa besar, semakin besar ujian, semakin besar juga pujian.”
“och, lantas apa yang seharusnya aku lakukan?”
“Tetap tenang, Cuma itu caranya agar tetap tenang, berbahagialah menurut selera masing – masing”. Sahutku sambil beranjak pergi, mungkin aku sudah kebelet.
Bangkong lalu termenung, seakan – akan sedang memikirkan kata – kata yang terakhir, lalu dia memperhatikan sekelilingnya, dia melihat kambing yang berjenggot, kambing itu adalah milik bapak Ucan.
“Kambing, apa tujuanmu hidup ?” kata Bangkong pada kambing
“Mbeeee”. Di jawab singkat oleh kambing
“pernahkah kamu cedih atau kesewa?”
“Mbeeee”. Sambil mengunyah sukro, kambing itu menjawab
“Aku mensintaimu Kambing”
“Aku juga, Mbeeee”. Kambing bapak Ucan ini, memang sedikit bisa bahasa Indonesia, mungkin diajarkan oleh bapak Ucan yang juga guru Bahasa Indonesia
Bangkong lalu tertawa lepas, setelah mendengar jawaban dari si Kambing, memang si Bangkong ini ganteng, bahkan Kambing  juga bisa suka kepadanya.
Aku pun datang dari arah Kulon (Utara), menawarkan kue Gemblong, aku curiga, apa yang dibuat Kambing kepada Bangkong, sekarang kulihat wajah manisnya. Dan dari arah Wetan (Selatan) bapak Ucan datang membawa tali tambang, apakah dia akan  bunuh diri ? bukan, itu adalah tambang untuk mengikat kambingnya, memang beliau sangat kreatif menamai semua kambingnya, contohnya yang ada di depan kami, dia menamai Merychippus.
“Pak kambingnya akan di bawa kemana ?” sapa Bangkong
“Mau di bawa untuk dijodohkan dengan kambing pak Lurah”. Jawab pak Ucan
“kenapa kamu sedih begitu ?” tanya Pak Ucan
“ini pak, si Bangkong katanya suka sama kambing bapak, dia ingin menikah tetapi terus –terusan kecewa, ada tekanan dari pihak keluarga juga”. Potong aku
“ohh, benarkah?” masih tak percaya, mendengar pernyataan dariku
“Benar!” dengan lantang aku menjawab
“Bangkong, aku mengenalmu sebagai anak yang baik juga bertanggung jawab, aku percaya kepadamu, bagaimana bila aku jodohkan dengan anakku  Valensia?”
Bangkong, hanya tertunduk malu, pria mana yang tidak suka dengan valensia, sudah sholehah, pintar, rajin menabung, baik hati serta tidak sombong, ahh bila aku jadi dia, pasti aku tidak akan menolaknya.
 Dimana ada kesulitan disana ada kemudahan, apakah sudah berhenti sampai disitu ? belum, ternyata baru satu malam kambing pak Ucan dijodohkan, dia malah kembali ke rumah ku dan menyatakan cintanya pada Bangkong, ya merychippus ini, dia bilang suka kepada Bangkong.
Esoknya aku datang ke rumah bapak Ucan, dan mengatakan apa yang Merychippus katakan, selain mendapat anaknya bapak Ucan, kini ia juga mendapat si Merychippus, itulah balasan bagi orang- orang yang sabar.
***


University Kingdom of Heaven


hujan adalah hubungan baik antara air dengan awan, sudah 3 hari ini, desaku terus di guyur hujan, ya desaku adalah sekumpulan manusia imigran dari sorga, genteng-genteng beterbangan, menghancurkan rumah persembunyian si Jampang.
"Kapan hujan ini berhenti ? " kata Jampang
"Hujan ini berhenti, bila tidak lagi menjatuhkan air" jawab Karsan
"Kenapa Hujan ini air ? " tanya Jampang
"Kalau bukan air, itu bukan hujan"
"Kenapa nenek selalu pergi setelah hujan?"
"Karena nenek kita ikut dalam partai bidadari pencari bujang (PBPB)". timpal Karsan, yang langsung menghilang setelah menjawab itu dengan jurus meraga sukmanya.
Jampang lalu mengambil wudhu, karena ia lupa belum sholat ashar.
Dari arah dapur, datang adiknya yang bernama Acam bin Maun, kurasa di baru saja menelpon istrinya yang ada di Taiwan sana.
"Umi udah makan belum ? disini Hujan, disana hujan enggak ? ".
"sudah makan sama nasi dan garam saja, iya Hujan ". Jawab Istri Acam bin Maun yang bernama Ayumi Sunade.
klik, obrolan pun terputus, benar saja Istri Acam bin Maun ini adalah Ayumi Sunade yang keturunan jepang, mereka sudah di karunia 22 anak, semuanya kembar identik.
"Maun, kesini". kata Jampang memanggil adiknya
“Iya bang tunggu bentar, aku lagi kasih makan semut”.
Lalu datanglah Acam bin Maun, mengenakan pakaian seragam sekolah SD.
“Maun, sekarang hari sudah sore, saatnya kamu untuk kuliah melanjutkan Studi S3mu, karena kamu kanidat Doktor, biarlah nanti anak – anakmu, abang yang urus, cepatlah nanti kamu bisa terlambat datang ke kampus”. Kata Jampang
“Baik bang, terima kasih, abang juga jangan lupa, setelah mengurus anak – anak, maka cepat datang ke kampus untuk mengajar disana, kan bang Jampang ini adalah Dosen tetap di kampus University Kingdom of heaven”. Balas Acam bin Maun, sambil pamit , ia bergegas pergi.
Mereka betul – betul menyadari pentingnya menuntut Ilmu, itulah yang menjadi alasan kenapa mereka begitu gigih dalam menuntut Ilmu.
“Barang siapa menuntut ilmu, maka akan dimudahkan jalan baginya ke sorga”.