Wednesday, 30 October 2013

GAK MAU DEBUS ITU WAJAR BEIBEH


GAK MAU DEBUS ITU WAJAR BEIBEH
oleh Akbar K. Laksana

Rekan-rekan sesama Homo Sapiens, pernahkah dikau berandai-andai tidak dilahirkan menjadi manusia seperti sekarang ini? Dan lebih memilih untuk dilahirkan menjadi lalat, cacing, onta, at...au keledai..? Gue yakin pasti gak ada yang berandai seperti itu, tetap kita bakalan milih dilahirkan sebagai manusia. Kalaupun ada yang memilih untuk dilahirnya menjadi cicak, kemungkinan besar ia sudah / sedang stress tingkat tinggi.. Yang bahkan mati pun lebih asoi bagi dia dari pada menanggung kesemrawutan hidup penuh duka penuh luka.. (-sesuai prespektif dia).

Nah, mengapa oh mengapa dikau, dia, kakanda, adinda, dan gue lebih memilih tetap menjadi manusia..? Gue mungkin bisa menjawab secara serampangan sederhananya seperti ini ; karena kita lebih suka menjadi manusia, dibandingkan menjadi hewan. Manusia banyak memiliki hal yang tidak bisa dilakukan oleh hewan, dan hewan memiliki kemampuan dibawah kemampuan manusia. Khususnya kemampuan otak untuk berfikir secara cemerlang. Dan fitrahnya manusia, adalah tidak ingin menjadi orang yang lemah, apalagi turun derajat menjadi sebangsa hewan.

Yah.. tentu aja kita gak mau hidup kayak kambing. Tiap hari keliling-keliling cari rumput. Kalau gak ada kerjaan cuma bisa ngembeek, bengong, atau neduh dibawah pohon. Dan pas idul adha, atau pas mpok hindun mau bikin kari kambing atau tongseng, maka sebangsa kambing-bandot-domba lah yang jadi sasaran penjagalan manusia.. naas!.

Bedanya dengan manusia. Manusia memiliki anugerah yang gak dimiliki oleh hewan manapun, yaitu anugerah akal. Dengan akalnya manusia bisa membaca, internetan, atau berorganisasi. Dengan akalnya itulah pula manusia dapat berfikir mengenai apapun dialam raya ini. Ia bisa memikirkan mengenai hakikat hidupnya yang sebenarnya, dapat memikirkan mengenai proses berlangsungnya alam raya, memikirkan dan memahami bagaimana wujud cair air dapat membeku, sebuah algoritma dalam perangkat lunak komputer, hingga penyakit batu ginjal dan penanganannya.

Sedangkan sejenis binatang, jangankan untuk memikirkan sistem ekonomi kapitalisme yang saat ini sebagai biang kehancuran ekonomi global, memikirkan masa depan pun mereka tidak. itu karena binatang tidak memiliki akal, mereka hanya menggunakan insting untuk bertahan hidup. Saat lapar baru nyari makan, saat merasa terancam baru siaga, saat mules baru gali lobang buat boker.. atau saat besok ujian baru malamnya belajar.. Uppss!

Namun, dibalik anugerah akal yang dimiliki manusia, sebenarnya manusia juga harus menanggung konsekuensinya. Dengan akal yang dimiilikinya, akhirnya manusia dapat membuat pilihan-pilihan dalam hidupnya, pilihan bertingkah laku, pilihan berkata, pilihan bertindak, termasuk pilihan untuk berkeyakinan. Konsekuensi yang harus ditanggung manusia, adalah mempertanggung jawabkan segala pilihannya itu sesuai standar Sang Pencipta, Allah swt. Kalau ternyata pilihan yang ia ambil ternyata tidak memiliki kesesuaian dengan aturan yang sudah digariskan Allah, -dan malahan menyimpang, maka manusia mendapatkan dosa atas pilihannya itu. Sebaliknya jika pilihan yang kita putuskan adalah pilihan yang tidak menyimpang dari aturanNya, bahkan klop dengan syariatNya maka hadiahlah pahala bagi kita.

Pertanyaanya, dari mana kita tahu itu semua (?)

Tentu dari sumber-sumber aturan islam; Al qur’an dan As sunnah. Melalui the MOGSAW (Messenger Of God Shalallahu ‘alaihi Wa ssalam) Muhammad, yang mencontohkan dan menyampaikan dalam bentuk lisan, perbuatan, dan perilakunya berabad-abad silam. Dan hingga kini milyaran umat islam meyakininya. Karena memang sumber-sumber itu tak terbantahkan kebenaran dan kevalidannya.

Kemudian dari sumber-sumber aturan islam itu lah terpaparkan seluruhnya, mulai dari aturan yang mencakup hubungan antara manusia dengan Tuhannya, manusia dengan dirinya sendiri, dan juga interaksi manusia dengan manusia lainnya. Mulai dari kewajiban meyakini perkara-perkara ghaib yang diperintahkan, hingga perbuatan nyata yang harus dilakukan.

Seorang mukmin dengan keyakinan islamnya yang kuat, ia pasti akan sangat meyakini adanya Allah, malaikat-malaikat, hari pembalasan, hingga kahidupan akhirat (surga & neraka). Bahkan mukmin sangat yakin atas adanya surga walaupun mereka belum pernah kesana. Dan saking yakinnya, kalau ditanya mau masuk surga apa enggak, pasti semuanya bakalan jawab dengan yakin ; mau!. Kalaupun kita tanya lagi, “Yakin nih..?”, pasti mereka jawab lantang “Haqqul Yaqin!”, kalau coba tanya lagi.. “beneran..? Sumpeh lu..?”, bagi yang gak sabar dengan pertanyaan konyol itu pasti kamu bakalan digetok atau ditinggalkan.. karena menanyakan sesuatu yang gak wajar bagi pandangan si mukmin.

Sama halnya dengan neraka. Pasti mukmin sangat yakin atas keberadaanya dan meyakini pula para pendosa semacam perampok bengis, pembunuh berdarah dingin, pencuri jemuran, dan pensodomi anak sekolahan bakalan dicemplungkan kesana -jika mereka gak bertaubat. Mereka yakin betul! Bahkan gak pernah ada seorang mukmin yang dengan kurang ajarnya berani mengatakan dengan lantang, “Beneran deh! Sumpah gue lebih memilih masuk neraka ajaaa!!!!”. Gak pernah..kan?! Mukmin pasti bakalan takut ngomong begitu. Walau mereka pun sebenarnya semumur-umur belum pernah masuk keneraka..

Hebat. Itulah keyakinan. They believe in something that can not seen by eyes! Umat islam itu melihat dengan keyakinannya.. Dan itu melampaui kehidupan dunia.

Sangad inginnya seorang islam masuk surga merupakan sesuatu yang wajar. Begitu pula ketiidak sudi-an muslim masuk neraka, juga hal yang wajar-wajar aja.. Karena kewajaran mereka dibangun dari sebuah keyakinan yang kokoh akan adanya keduanya itu.

Sebagaimana kita yakin bahwa yang namanya api dikompor itu panas, tentu sampai kapanpun kita gak bakal mau memasukkan tangan kita keatas jilatan api yang panas dan membakar. Gak bakalan mau, walau lauk dikosanmu sudah gak ada lagi, pasti kamu gak bakalan kepikiran untuk memanggang tangan dijadikan santapan.. dan itu memang wajar bung..! Yang gak wajar justru yang sudah yakin bahwa api itu panas, tapi tetap mau mencemplungkan dirinya ke kobaran api. Palingan, yang berani melakukan itu adalah orang-orang yang biasa melakukan atraksi sirkus atau debus. Para debusser, berani memainkan api dan melakukan atraksi unik menggunakan api walau resikonya adalah terbakar.

Namun beiybeh..! Sadar gak sadar dizaman sekarang orang-orang yang bermain debus semakin banyak kita liat. Bahkan dikampus gue pun banyak loh..

Ya, mereka misalnya cewek-cewek yang dengan beraninya memperlihatkan aurat asoi mereka ditempat umum sehingga menjadi konsumsi siapapun. Bukankah itu debus juga men.. Yoa! Soalnya mereka sudah berani mengambil resiko terjilat api neraka.. Bukankah menutup aurat merupakan sebuah kewajiban. Dan bahkan melanggar perintah itu diganjar dengan dosa yang bisa cemplungkan kita keneraka..

Atau orang-orang yang pada asyik pacaran, ikhtilat, hubungan gak jelas diluar ikatan pernikahan. Mondar-mandir ‘atraksi’ berduaan dimana-mana, bahkan mungkin ketempat sepi. Bukankah itu debus juga brur..!? Soalnya mereka berani mengambil resiko terbakar dengan api neraka, melanggar perintah-Nya, karna berani mendekati zina..

Atau orang-orang yang dengan entengnya menjadikan riba hal biasa. Makan harta riba, bahkan menjadikan sumber nafkah dengan bisnis-bisnis funding ribawi zaman sekarang. Bukankah itu juga debus level jaringan bung..?! Buset dah padahal jelas di Al qur’an banyak larangan dan makian terhadap orang yang dengan entengnya memakan harta riba, terlibat dengan riba, juga mengajak orang berbisnis riba..

Gitu juga yang suka mabok-mabokan, asik ngisap cimeng, narkobaan. Saat mereka sedang asik nengguk Jack Daniel, Pil Koplo, ataupun miras racikan cap murahan, sebenarnya mereka sedang memasukkan api neraka ke lambung mereka. Debus! yang realisasi terbakarnya diakhirat kelak dineraka..

Dan juga jenis debus yang lainnya. Yang parahnya ‘debus’ begitu sudah menjadi hal biasa dimata kaum urban sekarang. Berbagai perilaku kemaksiatan tersebut semakin banyak orang melakukannya, sehingga dianggap wajar bagi kebanyakan orang. Padahal, seharusnya kalau kita yakin itu perbuatan maksiat, justru melakukannya adalah sesuatu yang gak wajar. Melanggar nurani, yang selama ini dibentuk melalui peroses keyakinan.

Wajar gak wajar itu sebuah pandangan. Pandangan tentu dibentuk dari keyakinan.. Kalau udah bener-benar yakin islam itu bener. Ya udah jalanin aja, jangan banyak alasan untuk menunda pelaksanaannya. Jangan banyak alasan untuk melakukan kemaksiatannya, seolah-olah kalau melakukan kemaksiatannya itu wajar.

Ya gak?!

Yah.. makanya kalau suatu saat ada banci bohai, paling cantik, pake make up kinclong, pakai maskara paling mahal, ditambah rok mini paling seksi, terus ngajak gue kencan.., dengan mantab gue bakalan jawab tantangannya, “Maaf deh.. saya gak mau main debus sama situ. Udah resikonya api neraka, tertusuk pedang anggar pula..! “

Wajarkan? [mafahimcenter/CIdeologis]

Tuesday, 10 September 2013

Nama-nama islam

mungkin diantara kita masih banyak yang bingung untuk menamai buah hatinya, khususnya para orang tua, yang belum memiliki pasangan aja bingung mau menamai anaknya apa :D (termasuk saya hehe) masih ingat dengan sabda nabi ?  di hari kiamat,kita di panggil dengan nama kita dengan bin nya loh. jadi proses memberi nama adalah sangat urgent (baca, penting). tentu kita tidak mau kan, memberi nama asal-asal saja ? alangkah lebih baik bila nama itu ada dalam islam, nah itu pulalah yang mendorong penulis membuat postingan ini, berikut nama-nama dalam islam.

Nama Islam untuk Bayi Laki-laki 
Adiib    = penulis, sastrawan 
Asmar  = berkulit coklat, tombak 
Asyam  = pemimpin yang mulia, tinggi 
Amiir   = penguasa 
Anwar  = memiliki banyak cahaya 
Aniis    = ramah 
Ayaad  = dapat menguatkan, kokoh 
Usaamah  = singa 
Asad   = binatang buas yang disegani 
Amiin   = dapat dipercaya 
Arkaan  = kemuliaan, tiang penyangga 
As’ad   = orang yang berbahagia 
Akram  = yang memiliki kemuliaan 
Aliif    = lemah lembut 
Imaam  = pemimpin, teladan 
Ahmad  = terpuji 
Ariib    = yang memiliki pengetahuan 

  
Baadii  = yang terlihat nyata, gurun yang tenang 
Baaqir  = memiliki kedalaman ilmu 
Bahr    = lautan, genangan air yang banyak 
Badriy  = hujan yang turun sebelum  musimnya 
Basyiir  = pem beri kabar gembira 
Burhaan  = penjelasan 
Basmaan  = banyak tersenyum 
Baasil  = sangat pemberani, singa 
Baahir  = yang bersinar 
Badraan  = dua bulan purnama 
Bilaal   = air atau susu yang membasahi tenggorokan 

  
Taamir  = banyak rizki dan kebaikan 
Tamiim  = yang memiliki penciptaan sempurna 
Tauhiid  = mengesakan Allah 
Taufiiq  = keberhasilan 
Taqiy   = yang bertaqwa 
Tahsiin  = perbaikan 

  
Tsaabit  = kokoh 
Tsaamir  = yang berbuah 
Tsamiin  = mahal 
Tsaqiif  = sangat pandai 
Tsaaqib  = cerdas 

nama islam panduan

  
Jaabir  = pem baharu yang agung 
Jaasim  = tinggi besar 
Jariir    = tali pengikat unta, nama penyair terkenal 
Ja’far   = sungai, unta betina yang banyak susunya 
Jaliil    = memiliki kekuasaan yang besar 
Jauhar  = batu mulia 
Jalaal  = orang besar yang dihormati 
Jamiil   = tampan dan gagah 
Jaasir  = pem berani 

  
Haatim  = hakim yang diserahi  
Haarits  = yang membajak tanah, singa 
Haafizh  = yang memelihara 
Haamid  = yang bersyukur 
Hibbaan  = yang dikasihi 
Hajjaaj  = yang memiliki hujjah yang kuat 
Hasan  = baik rupa dan akhlaqnya 
Husain  = sangat baik 
Hakam  = hakim yang bijaksana 
Hakiim  = pandai dan memiliki pendapat yang kuat 
Haliim  = lembut, sabar 
Ham daan  = yang banyak pujian 
Hum aid  = diminutif dari Ahmad 
Haniif   = yang lurus 
Haazim  = berkemauan keras 
Habiib  = yang terkasihi 
Hasiib  = pem beri, pembuat perhitungan 
Hafiizh  = orang yang terjaga 
Haidar  = pem berani 
Husaam  = pedang yang tajam 
Hilmiy  = penyabar, pemurah 

  
Khatiib  = orang yang menyampaikan khutbah 
Khaliil  = kekasih, sahabat yang dipercaya 
Khaalid  = tetap di tempatnya, kekal 
Khuzaimah = pohon yang bunganya sangat indah 
Khaththaab  = banyak bicaranya 
Khalduun  = ungkapan untuk kasih sayang 
Khalaf  = pengganti 
Khaalish  = murni, bersih 
Khairiy  = yang memiliki banyak kebaikan 
Khaazin  = yang memiliki simpanan 

  
Daariy  = pandai, bijaksana 
Daaniy  = dekat 
Daffaa’  = banyak memiliki pertahanan diri 
Daaris  = orang yang belajar 
Daliil    = pem beri petunjuk kepada sesuatu 

  
Dzakwaan  = sangat cerdas 
Dzulfaqar  = tulang sulbi, nama pedang ‘Aliyy bin Abii Thaalib 
Dzakiyy  = cerdas, pandai 
Dzakiir  = baik dan kuat ingatannya 
Dzahab  = emas 

  
Raa-id  = perintis, pasukan perang terdepan 
Raa-if  = sangat penyayang 
Raafi’   = kilauan halilintar 
Raamiy  = bintang, orang yang memanah 
Rajab  = pengagungan 
Ram ziy  = yang dapat disimbolkan 
Ruwaid  = lembut 
Raihaan  = rizki, bunga 
Rasyiid  = yang mendapat atau memberi petunjuk 
Raaghiib  = orang yang berkehendak, mencintai 
Raakaan  = kemuliaan 
Raamiz  = mengisyaratkan pada sesuatu 
Raziin  = orang yang tenang, teguh 
Raatib  = permanen 

  
Zaahid  = tidak mencintai keduniaan 
Zaahir  = bercahaya 
Zahraan  = berkilau 
Zuhair  = wajah yang berseri-seri 
Zaid    = tambahan banyak 
Zakiyy  = suci, bersih 
Zaahiy  = wajah yang elok 

  
Saabiq  = lebih dulu dari yang lain 
Saajid  = orang yang bersujud kepada Allah 
Saalim  = orang yang selamat 
Saamiy  = berperawakan tinggi 
Saliim   = terhindar dari bahaya 
Salmaan  = yang selamat 
Sa’iid   = yang berbahagia 
Sayyaaf  = pejuang 
Sayyid  = pem uka 
Siraaj   = pelita 
Suruur  = kegembiraan 
Saa-id  = pem impin 

daftar nama islam bayi

  
Syariif  = orang terhormat 
Syihaab  = meteor, cahaya api 
Syahiid  = saksi, yang terbunuh di jalan Allah 
Syaakir  = orang yang bersyukur 
Syuraih  = lapang dada 
Syafiiq  = sangat lemah lembut 
Syakiib  = yang memberi balasan kebaikan 
Syaddaad  = kuat, sangat pemberani 
Shaadiq  = yang benar dalam ucapan 
Shaarim  = tajam 
Shafwaan  = jenih, cerah 
Shaa-ib  = yang benar 
Shaabir  = yang sabar 
Shaalih  = lurus dan benar 
Shiddiiq  = selalu membenarkan 
Shafiyy  = murni 
Shaamid  = tegar 

  
Dhaawiy  = bercahaya 
Dhahhaak  = banyak tersenyum 

  
Thaariq  = bintang pagi, baru 
Thaalib  = yang mencari, murid 
Thaahir  = suci, mulia 
Thayyib  = baik, enak, wangi 
Thariif  = ajaib, jarang yang sama 

  
Zhaafir  = yang menang 
Zhariif  = cerdik 
Zhahiir  = penolong 
Zhaahir  = nyata 
Zhafar  = kemenangan 

  
‘Aabid  = orang yang beribadah 
‘Aadil   = adil 
‘Aarif   = yang sabar dan mengetahui 
‘Aashim   = penjaga yang tulus 
‘Aaqil   = orang yang paham, berakal 
‘Aamir  = orang yang menetap 
‘Utbah  = lika liku lembah 
‘Atiiq    = mulia, baik 
‘Adnaan  = yang menetap di suatu tempat 
‘Adiy    = sekumpulan orang yang siap berperang 
‘Aziiz   = yang perkasa, kuat 
‘Afiif    = yang terjaga dari kehinaan 
‘Aliyy   = mulia, perkasa 
‘Ubaadah  = banyak beribadah 
‘Athaa  = rizki, kebaikan 
‘Ayyaasy  = panjang umur 
‘Alwaan  = tinggi 
‘Ammaar  = kuat imannya, baik pujiannya, lemah lembut 
‘Amruu  = kehidupan, agama 
‘Abbaas  = singa 
‘Azzaam  = berkemauan kuat 

  
Ghaaziy  = pejuang 
Ghaamid  = yang memasukkan pedang ke sarungnya 
Ghaalib  = orang yang menang 
Ghaaliy  = mahal 

  
Fu-aad  = hati 
Faa-iq  = istimewa, menonjol 
Faaris  = penunggang kuda, pandai 
Farhaan  = gem bira 
Fariid   = unik, tiada bandingan, m utiara yang sangat berharga 
Fadhiil  = yang utama, berbudi 
Faishal  = pem impin, pemisah antara hak dan batil 
Faatih  = penakluk 
Faaruuq  = pem isah antara hak dan batil 
Farraas  = tajam pikirannya 
Fawwaaz  = banyak memiliki keberuntungan 
Fahd   = macan kumbang 
Fauzaan  = keberuntungan 
Fathiin  = cerdas 

  
Qaasim  = pem beri imbalan 
Qudamah  = lama 
Qais    = tinggi hati dan kuat 
Qaabuus  = gagah, tampan dan berkulit halus 
Quthb  = pemimpin 
Kaatib  = penulis 
Kaamil  = memiliki sifat-sifat sempurna 
Kariim  = murah hati, mulia 
Kan’aan  = yang mengumpulkan 
Kanz   = harta simpanan 
Kinaan  = tempat menyimpan anak panah 
Kaasib  = yang beruntung 
Katsiir  = banyak 

  
Labiib  = berakal, cerdik 
Lathiif  = lembut 
Luqmaan   = jalan terang 
Laabid  = singa 

  
Maazin  = wajah yang berseri 
Maalik  = pelindung, penanggung jawab 
Ma-muun  = yang dipercaya 
Mubaarak  = diberkahi 
Mutawakkil = tunduk dan tawakal kepada Allah 
Mujaahid  = pejuang 
Majiid  = mulia 
Mahbuub  = yang dicintai dan disenangi 
Mahfuuzh  = terpelihara 
Mahmuud  = terpuji 
Murraan  = lembut 
Maajid  = terhormat 
Mukhtaar  = pilihan 
Marjaan  = butiran mutiara 
Mursyid  = pem beri petunjuk 
Muzhaffar  = yang dapat memenuhi kebutuhannya 
Ma’ruuf  = terkenal, kebaikan 
Mahdiy  = yang mendapat hidayah 
Maimun  = yang mendapatkan berkah 
Muraad  = kehendak, maksud 
Murtadhaa = yang diridhai 
Marwaan  = batu yang sangat keras 
Mas’uud  = yang beruntung, diberi kesenangan 


Nama Islam untuk Bayi Perempuan 

Ariih    = bau yang sedap 
Izdihaar  = kesuksesan 
Ulfah   = keramahtamahan 
Atsiilah  = memiliki keturunan baik 
Arwaa  = pem andangan yang menawan 
Asmaa-  = nam a-nama 
Aasiyah  = ahli dalam pengobatan 
Alfiyah  = memiliki sifat ribuan 
Afnaan  = dahan 
Aanisah  = gadis yang baik jiwanya 
Aniisah  = lemah lembut 
Iinaas  = baik hati 
Aaminah  = berwibawa, dapat dipercaya 
Amiinah  = dapat dipercaya 
Amiirah  = pem impin 
Ariij    = bau yang sedap 

  
Bahiirah  = wanita yang terhormat 
Baahirah  = cahaya terang benderang 
Balqiis  = ratu negeri Saba- 
Badriyah  = seperti bulan purnama 

  
Taqiyyah  = yang bertakwa 
Tamiimah  = perlindungan, penciptaan yang sempurna 
Tabriiz  = lebih unggul 
Taimaa-  = padang sahara 
Tuhfah  = yang sangat berharga 

  
Tsurayaa  = bintang, kumpulan planet 
Tsamarah  = buah 
Jauharah  = mutiara 
Jiilaan  = pilihan terbaik 
Jaidaa-  = leher yang jenjang 
Jaliilah  = mulia 
Jamiilah  = cantik 
Jinaan  = taman-taman 
Jumaanah  = butir mutiara berukuran besar 
Jauzaa-  = bintang 
Jaa-izah  = hadiah 

  
Hum nah  = kemudahan 
Hasanah  = kebaikan 
Hauraa-  = wanita berkulit putih bermata hitam 
Haazimah  = yang memiliki keteguhan hati 
Haafizhah  = pem elihara 
Haamidah  = yang memuji, bersyukur 
Haaniyah  = lemah lembut 
Habiibah  = kekasih 
Hasnaa-  = cantik 
Huuriyah  = bidadari 
Husnaa  = kesudahan yang menyenangkan, kelembutan 
Hulwah  = mata dan mulut yang indah 
Haliimah  = penyabar 
Ham dah  = pujian 
Ham iidah  = yang terpuji 
Hawwaa-  = wanita pertama yang diciptakan Allah 

  
Khaatimah = kesudahan 
Khaalidah  = abadi 
Khaznah  = harta yang disimpan 
Khairiyah  = yang memiliki sifat baik 
Khamiilah  = beludru 
Khansaa-  = yang memiliki hidung m ancung, wanita baik 
Khaulah  = rusa betina 
Daaniyah  = dekat 
Diimah  = hujan gerimis yang terus menerus 
Daumah  = kelangsungan 
Diinah  = taat 
Daanah  = batu mulia 

  
Dzaakirah  = yang selalu ingat 
Dzakiyyah  = cerdas 

  
Raabihah  = yang beruntung 
Radhwaa  = keridhaan 
Rahiiq  = minyak wangi 
Raihanah  = berjiwa baik 
Raidah  = angin semilir 
Rafiidah  = yang diberi pertolongan 
Rajwaa  = permohonan 
Rajiyyah  = yang diharapkan 
Raajihah  = yang utama 
Raajiyah  = yang mengharapkan 
Raasiyah  = tegar 
Raadhiyah = yang rela 
Raaqiyah  = tinggi 
Raaniyah  = yang terpukau 
Rabwah  = tanah mendaki 
Rahiil   = yang berjalan, nama ibu nabi Yuusuf a.s 
Rasmiyyah = sesuai tatanan 
Radhiyyah  = pandai 
Rafii’ah  = tinggi 
Rifqah  = perkumpulan, nama istri nabi Ishaaq a.s 
Raudhah  = taman yang rindang 
Rafiiqah  = pendamping 
Ranaa  = indah, enak dilihat 
Riqqah  = kelembutan 
Zaakiyah  = baik, tumbuh 
Zaahidah  = wanita yang zuhud 
Zaahirah  = berkilauan 
Zaahiyah  = indah, berseri 
Zubaidah  = inti, yang terbaik 
Zakiyyah  = baik, terpuji 
Zahraa-  = berseri, bercahaya 
Zarqaa-  = langit biru, jernih 
Zahrah  = bunga 
Zuhrah  = keindahan 

  
Saarah  = nyonya, nama istri nabi Ibraahiim a.s 
Saajidah  = yang bersujud 
Saatirah  = istri yang menutup aib suaminya 
Saalimah   = terhindar dari bahaya 
Sajaa   = tenang 
Su’daa  = berbahagia 
Sa’diyyah  = bersifat senang 
Sulaafah  = anggur yang berair sebelum diperas 
Salmaa  = selamat, sehat 
Sumayyah  = berkedudukan tinggi 
Suniyyah  = berkedudukan tinggi 
Saudah  = harta m elimpah 
Sayyidah  = nyonya 
Saamiyah  = terhormat 
Saahirah  = rem bulan 
Salsabil  = nam a mata air di surga 
Salwaa  = madu 
Suhaa  = bintang kecil yang berkelap kelip 
Sausan  = nam an bunga yang harum 

  
Syariifah  = terhormat 
Syafiiqah  = yang bersimpati, lem ah lembut 
Syammaa- = yang berhidung mancung 
Syahlaa-  = bermata kebiru-biruan 
Shibaa  = kerinduan, kemudahan 
Shafiyyah  = jernih, murni 
Shaafiyah  = jernih 
Shadaa  = kumandang 
Shabiyyah  = gadis cilik 

  
Dhifaaf  = pinggiran sungai 
Dhamrah  = bekulit halus 
Dhaafiyah  = hidup mewah 

  
Thaahirah  = suci, mulia 
Thariifah  = jarang ada 
Thallah  = cantik, harum 

  
Zhaafirah  = beruntung 
Zhariifah  = wajah yang indah 

  
‘Aa-idah  = anugerah 
‘Aarifah  = yang mengetahui 
‘Aamirah  = melimpah 
‘Adzbah  = sedap 
‘Aziizah  = mulia, kuat 
‘Afiifah  = yang mensucikan dirinya 
‘Aqiilah  = terhormat 
‘Ulayyaa  = langit 
‘Aliyyah  = tinggi 
‘Aabidah  = taat 
‘Aatikah  = jernih, mulia 
‘Aakifah  = yang menetap 
‘Aasilah  = yang berbuat baik 
‘Inaayah  = pertolongan, perhatian 
‘Aathifah  = rasa kasih sayang 
‘Atiiqah  = wanita cantik 
‘Afraa-  = tanah putih 
‘Ulaa   = tinggi 
‘Alyaa-  = tempat yang tinggi 

  
Ghaadah  = wanita yang lembut 
Ghaaziyah = pejuang 
Ghaitsaa-  = awan yang menurunkan hujan 
  
nama islam untuk bayi perempuan
Faa-idah  = manfaat 
Faatihah  = permulaan 
Farah  = kegembiraan 
Farhah  = yang menggembirakan 
Faakihah  = buah 
Fariidah  = mutiara yang tiada bandingnya 
Fairuuz  = batu permata berwarna biru kehijauan 
Faa-izah  = yang beruntung 
Faadiyah  = yang terlindung 
Fikriyyah  = mengandung unsur pikiran 
Fullah  = nam a bunga putih yang harum 
Fauziyyah  = beruntung 
Fathiyyah  = memiliki sifat kemenangan 
Fathiinah  = cerdas 

  
Qadriyyah  = yang selalu bisa 
Qamraa-  = cahaya rembulan 
Qasiimah  = wajah cantik 

  
Kamiilah  = yang sempurna 
Kifaayah  = kecukupan 
Kaltsum  = wajah cantik 

  
La-aalii  = banyak mutiara 
Lubaabah  = pilihan 
Labiibah  = cerdas 
Lamis  = lembut sentuhannya 
Lainah  = pohon kecil 
Maajidah  = mulia, agung 
Marjaanah  = biji mutiara, batu merah 
Mawaddah = kasih sayang 
Maasah  = batu permata yang mahal 
Maa-isah  = perawakan yang serasi 
Madiihah  = terpuji 
Muraadah  = yang dicintai 
Maryam  = tinggi (bahasa Suryani) 
Masarah  = kegembiraan 
Miskah  = minyak wangi 
Mufiidah  = yang bermanfaat 
Maliihah  = cantik 
Munaa  = harapan 
Muniirah  = bercahaya 
Muniifah  = tinggi, serasi 
Muhjah  = yang terbagus dan indah 
Maisuun  = bagus, tenang 
Maariyah  = wajah berseri seri 
Maaziyah  = awan yang membawa hujan 

  
Nahdah  = tinggi, mulia 
Najdah  = keberanian 
Najlaa-  = bermata hitam nan indah 
Najwaa  = bisikan, rahasia 
Nahlah  = tegukan minum yang pertama 
Nuz-hah  = tempat yang jauh 
Nasmah  = semilir angin 
Naadirah  = jarang ada 
Naadiyah  = para pendukung, penyeru 
Naa-ilah  = karunia 
Nabiilah  = terhormat 
Najiibah  = utama 
Naziihah  = terhindar dari hal-hal buruk 
Nu’maa  = hidup enak 
Nafiisah  = berharga, diminati 
Nuhaa  = pikiran 

  
Haajar  = istri nabi Ibraahiim a.s 
Hanaa-  = kegembiraan 
Huwaidah  = kehalusan 
Hayaa  = bagus lahiriahnya 
Haaniyah  = gem bira 
Haalah  = bias cahaya di sekitar bulan 
Haifaa-   = ram ping 

  
Wardah  = bunga, mawar 
Widaad  = kasih sayang 
Wasiimah  = berwajah cantik 

  
Yamaamah  = burung dara 
Yamnah  = sebelah kanan 
Yumnaa  = diberkahi, sebelah kanan 
Yaaquutah = batu permata warna warni 
Yaafi’ah  = tinggi, muda 
Tips Memilih Nama Islam Bayi
Sebaik-baik nama adalah Abdullah dan Abdurrahman. Nama yang paling buruk adalah Harb dan Murrah. Dilarang menggunakan nama Barrah. Dilarang menggunakan nama yang bermakna buruk. Dilarang menggunakan nama sesembahan selain Allah. Dilarang menggunakan Asmaaul Husna jika tidak memakai kata 'Abdu di depanya. Dilarang menggunakan nama malaikat. Inilah sedikit panduan memberi nama Islam bagi Anda yang sedang dan akan dikarunia seorang anak. Semoga doa dengan nama ini dikabulkan oleh Allah SWT.
ayo jangan lupa share, semoga bermanfaat :)