Tuesday, 1 April 2014

Apa arti sebuah nama bagi anda ?

No Name

Oleh: Malik Abdul Azis

Arti sebuah nama, apalah arti sebuah nama bagi anda? Apakah anda merasa hebat dengan nama anda? Ataukah anda merasa malu dengan nama asli anda?. Sehingga banyak kasus, ditemu dalam beberapa jejaring sosial banyak nama palsu, contohnya saja. "Malik Semar Kasepp" atau "aziz_uchiha" atau MalikLoveNuraen
iCemungutQaqaEaEa. Ya, memang tak jarang mengundang tawa, maaf sebelumnya, bila ada yang merasa tersinggung. Saya tidak bermaksud menyindir, tapi hanya pesan dari diri pribadi.

Bila nama asli kita kurang enak didengar dan kita berharap menggantinya dengan nama yang mengandung arti positif dalam jejaring sosial, menurut saya itu tidak masalah. Contoh: Nama asli kita, Roim. Nama panjangnya Roiiiiiiiiiiiim. Dan anda berniat ingin memperbaikinya menjadi Roim cinta Alloh atau Roim sahabat Dhuafa. Otomatis, presepsi orang-orang disekitar menjadi berbeda. Ketimbang memiliki nama yang bagus tetapi malah dibuat menjadi negatif, contoh, namanya Roim. Nama panjangnya Roiiiiiim. Lalu dia membuat nama di akun jejaring sosial menjadi "Roim penunggu gedung tua" atau Roim celalu always cedih (duh, udah celalu pakai always lagi ) praktis, bila si Roim ini sedang mencari jodoh. Lalu ada orang yang berpontensi menjadi calonnya dan melihat nama terlebih dahulu, apa kata sang Calon ?

"Ini orang, tadinya saya mau dan suka sama dia, tetapi setelah dipikir lagi, gimana dia bisa memimpin keluarga orang dianya aja menyebut dirinya sebagai Roim celalu always cedih ? Enggak, apa nanti kata anak-anak ? Mampukah ?"

Wahai sahabat, mari bersyukur. Nama adalah doa orang tua terhadap kita. Ya doa yang sangat Tulus, tidak mudah orang zaman sekarang bahkan orang zaman dahulu memberikan dan menentukan nama pada anaknya, butuh proses panjang, bisa beberapa hari. Percayalah. Jika tidak, silahkan anda bisa bertanya kepada orangtua atau keluarga besar anda. Begitu pula dengan nama yang kedengarannya lucu, contoh Orang tua menamai anaknya dengan nama "Rambutan" janganlah sedih atau malu. Bisa saja dibalik nama "Rambutan" mengandung harapan sangat besar seperti filosopi buah rambutan. Meski berbulu, kasar dan berwarna-warna. Tetapi di dalam isinya tetap Putihan Putih yang menyegarkan.

Saya jadi teringat Hadis Nabi yang artinya.

"Dari Abu Darda, ia berkata : Rasulullah Saw bersabda: Sesungguhnya kalian akan di panggil pada hari kiamat dengan nama kalian dan bapak-bapak kalian. Maka baguskanlah nama-nama kalian. (HR. Abu Darda. Ad-Darimi dan Baihaqi)"

Saya mohon maaf bila ada kata yang kurang berkenan.

Semoga bermanfaat.

Boy's Dont Cry

"Laki-laki Enggak Boleh Cengeng"



Ayahku dulu selalu berkata, laki-laki itu tidak boleh
cengeng. Tidak boleh menangis. Karena laki-laki
dilahirkan untuk menjadi pilar kekuatan bagi
perempuan. Bidang dada yang dimiliki,
bukan untuk berguncang karena tangisan, tetapi untuk
menjadi penyandar yang menguatkan dan menenangkan.
Begitu Ayahku selalu berpesan.
Tidak demikian dengan Ibuku. Jika kau ingin menangis,
menangislah. Karena kau manusia, dikaruniai perasaan.
Berbagai macam perasaan bisa kita rasakan. Itulah
kebanggaan kita sebagai manusia. Menangis adalah
ungkapan jujur yang tidak dimiliki mahluk ciptaaan
Tuhan lainnya. Kelak kau akan bisa merasakan, bahwa
menangis tidak selalu menunjukkan kau cengeng atau
lemah. Kau akan
tahu dan merasakan, bahkan ketika kau sedang begitu
menahan amarah
yang meluap pun, kamu bisa menangis.
Karena saat itu kau tahu, meluapkan dengan cara yang
merusak itu bukanlah jawaban dari segala persoalan,
tetapi justru akan
membuatmu tidak bernilai sebagai laki-laki.
Dan jangan lupakan pula, kelak ketika kau sedang
merasakan bahagia yang
membuncah pun, kau pun bisa menitikkan air mata.
“Kamu pikir, Papah kamu nggak nangis ketika pertama
kali menggendong kamu waktu masih bayi?”
Begitu Ibuku bercerita sambil
tersenyum, mencoba makin
meyakinkanku bahwa menangis adalah sebuah hal yang
sangat manusiawi.
Aku tidak memihak kepada siapapun untuk hal ini. Bukan
berarti Ayahku adalah sosok manusia yang tidak
berperasaan. Aku hanya tahu, mereka adalah orang-
orang bijaksana yang selalu berusaha menuntunku untuk
menjadi laki-laki yang baik.
Aku tahu, Ayah dan Ibuku ingin mengatakan bahwa
bagaimanapun laki-laki harus
lebih tegar dari perempuan tanpa harus kehilangan atau
tanpa harus terlihat berlebihan mengumbar
perasaannya.
*
Bohong kalau aku tidak menangis saat itu. Sesaat
setelah aku meminta diri darimu. Dari hubungan cinta
kita.
Sesaat setelah kututup pintu kamar dan kujatuhkan
badanku ke kasur, airmata itu tiba-tiba saja ikut jatuh
tanpa bisa aku cegah, mengalir di kedua pipiku.
Entahlah.
Ada kesedihan yang luar biasa di dalam dadaku.
Kesedihan yang… ah,
entahlah. Aku sendiri bingung
menjelaskannya.
Sedih, tetapi juga sekaligus marah.
Aku marah pada diriku karena aku ternyata menjadi
laki-laki kebanyakan
yang kamu kenal.
Laki-laki yang akhirnya membuatmu menutup diri
dan membuat kesimpulan, bahwa kehadiran kami (laki-
laki) di dunia ini hanyalah serupa hibrida yang
diciptakan untuk mencarut-marut hati perempuan saja.
Laki-laki yang muncul dengan sosok yang terlihat
sempurna, demi bisa
memenangkan hatimu, lalu dengan segala macam daya
upaya meremukkannya disaat aku menginginkannya.
Laki-laki yang dengan perkasa membuat janji,
seolah-olah hanya aku dan kamu saja yang menghuni
setiap jengkal dunia,
tetapi kemudian memilih untuk pergi
begitu muncul rasa bosan, seolah-oleh perempuan
hanyalah permen karet
yang bisa dibuang begitu hilang rasa manisnya.
Ya. Malam itu aku seperti tertampar sendiri.
I am THAT guy.
Akulah laki-laki itu.
Laki-laki yang selama ini selalu kau takutkan.
Laki-laki yang juga selama ini tidak kukira, akan
menjadi salah satu diantaranya.
Aku pun menangis karena malu, tiba- tiba teringat
janjiku padamu saat dulu kita berusaha menegaskan
keberadaan kita satu sama lain.

Pesan-pesan dari Anak Desa

Karawang kota Karawang

Hallo perkenalkan aku, aku adalah anak desa yang berasal dari Karawang, bisa dibilang aku putra asli Karawang karena lahir di Karawang. Aku juga terlahir sebagai laki-laki tulen loh. Kali ini aku akan menceritakan keadaan beserta pengalamanku di desa pada masa kecil dibanding masa sekarang. Langsung aja ya, cek idot!

Hari ini hari minggu, minggu yang indah untuk berpetualang ke hutan bersama teman-teman, jarak hutan dari desa memang tidak begitu jauh mungkin hanya beberapa kilometer saja. Seakan sudah menjadi agenda rutin kami, setiap hari libur kami pasti melakukan ekspedisi berpetualang.

Nah, sebelum masuk ke cerita akan ku kenalkan nama beserta kepribadian teman-temanku, kesannya agar kita lebih mudah memahami isi cerita (hehe)
Yang pertama, namanya Bogel, ini bukan nama asli tetapi begitulah teman-teman memanggilnya. Betul saja, mungkin karena berperawakan kurang tinggi dia jadi di panggil begitu, tetapi dimana ada kekurangan disitu ada kelebihan. Bogel ini, meski berperawakan kurang tinggi tetapi dia itu kuat dalam soal tenaga dan stamina. beuhh. Mungkin kalo kita pernah nonton blue film alias film zaman 80-an zaman dulu berjudul Samson, seperti itulah gambaran yang pas untuk sosok Bogel ini. Kuat dan Lincah, dalam usianya yg masih belasan tahun, dia mampu menanggung air seember besar dari irigasi kerumahnya setiap mau mandi. Maklum saja, mempunyai kamar mandi atau sanyo adalah hal mewah bagi kami. Tubuhnya berotot bagaikan atlet binaragawan profesional.
Lanjut, temanku yang kedua adalah cimplong, begitulah di desa kami, jarang sekali memanggil nama dengan nama asli. Mereka memanggil nama orang lain, dengan panggilan kesayangan mereka masing-masing. Ya, cimplong ini masih ada hubungan darah sama bogel, tetapi berbeda 185 derajat (kenapa enggak 180 derajat ? Suka-suka penulis lah ) oke, cimplong ini memang tidak sekuat bogel, tetapi seperti biasa dimana ada kekurangan maka disana ada kelebihan. Menarik memang cimplong ini, dia adalah anak yang kreatif dia memanfaatkan keterbatasannya
menjadi sebuah kelebihan. Contohnya saja dia mampu menyulap seutas kabel menjadi kerajinan gelang yang lucu, atau cincin dari karet bahkan dari kaleng.
Lalu teman yang ketiga adalah Kadut, inilah teman pertamaku di desa ini, maklumlah dulu aku pindahan dari kota dan akhirnya ke desa. Kadut inilah yang memiliki rumah di hutan, setiap libur ke hutan untuk menengok orangtuanya disana. jadi bisa disimpulkan, kami berpetualang ke hutan sekaligus bermain ke rumah si Kadut ini.
Yang terakhir, yang akan kuceritakan adalah namanya Boim (nama palsu juga). Sosok boim adalah yang paling banyak menginspirasiku, bagaimana tidak ? Meski dia "maaf" ada keterbelakangan mental, ditinggal oleh kedua orang tuanya dan hanya dibesarkan oeh seorang nenek renta yang juga ada kekeurangan pendengaran. Tetapi boim ini yang mengajarkanku arti kehidupan, dia selalu tersenyum setiap ditanya dan berkata. Seakan-akan tanpa beban dihidupnya, ya! Senyum yang tulus. Bukan karena terpaksa atau takut pada atasan. Tetapi bila kita tahu kehidupannya, bila kita jadi dirinya, mungkin lebih baik mengakhiri hidup saja. Tetapi anehnya, temanku, Boim ini tidak! Dan malah selalu tersenyum. Boim ini lebih tua dibandingku, uniknya dia bisa satu kelas waktu SD dulu, kenapa ? betul sekali, karena ia pernah beberapa kali tidak naik kelas.
Anda tahu bagaimana ia mencari makan, menyambung untuk hidup beserta seorang nenek tua nan renta ? Maka ku beritahu, untuk mencari makan dan memenuhi kebutuhan hidupnya, Boim dan neneknya bekerja sama seperti Tim. Masih terngiang dalam ingatanku, setelah pulang SD, berbeda dengan teman yang lain yang memilih bermain, ia malah memiliki tanggung jawab untuk mencari lauk untuk dimakan, entah itu memancing, menangkap burung, ngurek (baca: mancing belut) di sawah atau ngabandring (memburu burung dengan ketapel). Dan yang sering aku lakukan bersamanya adalah ngabandring. Layaknya pusaka sakti, dia selalu mengalungkan bandring pada lehernya, sambil mengantongi batu kecil sebagai amunisi seolah-olah akan berperang melawan penjajah. Ya, sampai kini penjajah itu masih ada kawan!. Kembali, jangan kita sangka, boim ini sudah terkenal di kampung sebagai pemburu ulung dengan ketapel. Dari hasil burung yang ia dapat, kadang ia jual, jika hasil burung buruannya itu bernilai materi contoh, burung pented, cangkurileng, ciblek, siki nangka dll. Tetapi jika burung yang didapat hanyalah burung biasa, maka ia akan mengkonsumsinya seperti burung fiit atau goreja. Tak jarang juga ia berburu kekelawar dan mengkonsumsinya, katanya sih untuk obat paru-paru. terlepas betul atau tidaknya khasiat tersebut kalo aku memilih tidak mengkonsumsinya, karena aku tau itu adalah Haram. Ahh Boim ini, apapun dia embat.

Aku bersyukur, mempunyai teman-teman dengan penuh kelebihan, ku harap kita bisa belajar banyak dari mereka.

***
  Jangan lewatkan kelanjutannya :D